Peraturan Tatacara Dalam Berdo'a (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). Bersama mari kita simak merupakan artikel tidak kalah penting penulis KDB Islam Grup share untuk Anda sahabat KDB setelah postingan tentang Tatacara Adab Dalam Berdo'a selesai penulis share beberapa waktu yang lalu. Agar doa kita mendapatkan perkenan diterima oleh Allah sudah menjadi bacaan artikel yang wajib dibaca, perihal judul diatas disampaikan dengan khitmadnya, dengan mengikuti peraturan sesuai yang diajarkan Islam itu sendiri, berikut adalah uraiannya.
Disebutkan dalam sebuah hadist: "Bahwa orang yang berdoa dengan suara sangat keras ditegurnya oleh Rasulullah :
Sabda Rasulullah saw:
Doa senantiasa berupa permohonan kepada Allah dan juga berisi hal-hal yang kita kenankan kepada batin kita. Agar kita mantap di dalam menjalankan tatacara peraturan berdoa, maka badan hendaklah didalam keadaan suci dari pada hadast besar ataupun kecil. Sebelum pembukaan berdoa hendaklah memuji terhadap Allah SWT.
Serta shalawat dan salam kita tunjukan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. dan kepada keluarganya serta sahabat-sahabatnya (bersama dalam menegakan Islam). Sedapat mungkin menghadap ke arah kiblat walau bukan pada keadaan menjalankan sholat pada waktunya, karena sesungguhnya menjalankan itu berbeda dengan menegakkan sholat.
Ketika tegak Sholat kita sesungguhnya apapun yang kita lakukan, ucapkan bisa menjadi doa bagi kita. Ketika tegak Sholat itu kita mau bersungguh-sungguh "Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar" dan kesemuanya itu cenderung lebih kepada sikap kita sehari-hari, baik kepada sesama dan tentunya kepada Allah SWT.
Serta shalawat dan salam kita tunjukan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. dan kepada keluarganya serta sahabat-sahabatnya (bersama dalam menegakan Islam). Sedapat mungkin menghadap ke arah kiblat walau bukan pada keadaan menjalankan sholat pada waktunya, karena sesungguhnya menjalankan itu berbeda dengan menegakkan sholat.
Ketika tegak Sholat kita sesungguhnya apapun yang kita lakukan, ucapkan bisa menjadi doa bagi kita. Ketika tegak Sholat itu kita mau bersungguh-sungguh "Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar" dan kesemuanya itu cenderung lebih kepada sikap kita sehari-hari, baik kepada sesama dan tentunya kepada Allah SWT.
Mengangkat/ menadahkan kedua telapak tangan terbuka diwaktu berdoa pada kehabisannya disapukan kemuka, sebagaimana halnya di waktu memohon dengan khusus' dan tawadhuk (rendah hati), maka disebutkan dalam hadist:
Innarabbakum Tabaaraka Wata'alaa Hayyun Karimun Yastahii An Abdihi Izdaarafa'a Yadai Hi Anyaruddahuma Shifran
Artinya:
"Sesungguhnya tuhanmu itu bersifat malu dan maha murah Ia merasa malu, jika seseorang hambanya yang menadahkan tangan kepada-Nya, ditolak begitu saja dengan hampa, tanpa diberi apa-apa". (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban).
Jangan buruk sangka kepada Allah sungguh itu merupakan perbuatan yang melampau batas. Bagaimana Allah hendak mengabulkan doa kita, sedang kita lalai akan Perintah dan Larangan-Nya. Jangan pula melihat orang lain yang lalai, namun serba dalam kecukupan/ kemewahan karena apabila mereka lalai akan kemewahan tersebut sungguh pertanggung jawaban pasti akan datang kepada setiap manusia.
Mereka telah memblock dirinya sendiri dengan harta duniawi atas apa yang dititipkannya dari Allah, mereka lupa status dirinya hidup sebagai hamba siapa, mereka lupa tujuan hidup didunia itu apa, tugas fungsi serta peran sebagai manusia (naudzubillahimindzalik).
Mereka telah memblock dirinya sendiri dengan harta duniawi atas apa yang dititipkannya dari Allah, mereka lupa status dirinya hidup sebagai hamba siapa, mereka lupa tujuan hidup didunia itu apa, tugas fungsi serta peran sebagai manusia (naudzubillahimindzalik).
Hendaklah berakhlak dengan budi pekerti baik dalam kehidupan sehari-hari nantinya bisa memenuhi adab batiniyah dan bedoa, juga merupakan pokok yang terpenting didalam berdoa dan pokok pula untuk diijabahi, maka harus mematuhi ajaran agama Allah dengan menegakkan segala perintahnya Allah dan mentaati, juga menjauhi segala larangannya Allah, dengan kesungguhan hati secara serius ataupun bersunguh-sungguh, dengan penuh rasa optimis, jangan pesimis, dan juga memohon secara sungguh-sungguh, dengan sepenuh hati dan sebulat-bulatnya melalui cermin sikap sebagai hambanya.
Nada suara yang merendah jangan kelewat tinggi. Jangan tergesa gesa, ingin lekas diijabahi. Jangan suka menggerutu, bila yang diminta belum juga dikabulkan, hendaklah menunggu dengan sabar. Firman Allah (Wasta'inu Bishshabri), artinya "Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar" Sabda Rasulullah:
Nada suara yang merendah jangan kelewat tinggi. Jangan tergesa gesa, ingin lekas diijabahi. Jangan suka menggerutu, bila yang diminta belum juga dikabulkan, hendaklah menunggu dengan sabar. Firman Allah (Wasta'inu Bishshabri), artinya "Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar" Sabda Rasulullah:
Yustajabu Li Akhadikum Malamya'jal Yaquluda'aatu Falam Yastajibli
Artinya:
"Doamu pasti akan diijabhi, asal jangan minta terburu-buru, jika belum terlaksana, lantas menggerutu. Sudah sering aku berdoa tapi belum pernah juga dikabulkan"
Disebutkan dalam sebuah hadist: "Bahwa orang yang berdoa dengan suara sangat keras ditegurnya oleh Rasulullah :
Ayyuhannasu 'Irjiuu Allah Anfusikum, Fainnakum Latat Uuna Ashamma Wallaghaa Iban Innamaatu'uuna Saii'an BashiiranArtinya:"Nanti dulu saudara-saudara! berhenti dulu sebentar, kamu itukan bukan berdoa memuja-muja kepada yang tuli atau yang tidak ada disini, yang kamu puja itukan Maha Mendengar dan Maha Melihat" (HR. Bukhari Muslim)
Sabda Rasulullah saw:
Laayaquu Lanna Ahadukum : Allahummaghfir Lii Insyiqta, Allaahummar Hamnii In Siqtaliya 'Zimil Mas'alata Fain Nahu Laamukrahulahu
Artinya:
"Dalam berdoa janganlah hendaknya kamu mengucapkan yaa Allah, sudi apalah kiranya ampunilah aku, ya Allah sudi apalah kiranya kasihanilah aku, tetapi hendaknya betul-betul meminta secara serius, jangan secara terpaksa, sebab tidak ada yang memaksa".